Saturday, November 22, 2014

Monty Molly

“Hi Moly…”
Sapa Monty kepada gadis pujaan hati yang setiap pagi menghabiskan waktu di teras bermandikan sinar matahari. Hari ini Moly terlihat berbeda, Moly mengenakan kalung baru, ada liontin emas  berbentuk hati, dan ada kata “Moly” tercetak tepat di tengahnya.
Tanpa berkata apa-apa Moly tetap sibuk dengan ritualnya, dengan mata tertutup dan kepala menghadap langit, seolah membiarkan pancaran matahari menghantam seluruh tubuhnya. 

“Langitnya cerah ya Mol”
Sapa Monty mencoba menarik perhatian Moly yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya berjemur.
“Mendung gini lo bilang cerah, makanya buka tuh kaca mata?”
“Eh iya…”
Banyak usaha yang udah dilakuin Monty buat ngeluluhin hati Moly, mulai dari kirim surat cinta, puisi cinta, sampe surat penagihan rekening telfon. Tapi semua itu enggak berpengaruh buat Moly. Bukan kata-kata cintanya jelek atau Moly tau itu puisi saduran dari lagu dangdut, tapi gara-gara Moly ga bisa baca alias buta huruf.

Hati Moly kayaknya udah terlajur membeku lantaran kejadian beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya Moly pernah jadian sama cowok dari komplek sebelah, cowok itu namanya Hachi. Cowok berwarna coklat polos dan badanya otot semua. Ototnya keliatan jelas, udah kayak roti bantal, saking berototnya sampe nyamuk aja ogah gigit dia. Hachi juga pake kalung, kalungnya bagus. Gosip berhembus kalo kalung yang dipake Hachi impor dari Zimbabwe. Ada berlian yang berbaris rapi mengitari kalung itu, pokoknya kalo ngeliat berlian di kalungnya Hachi udah kayak ngeliat TNI lagi upacara bendera, rapi banget.

Dengan tampilan kayak gitu wajar aja kalo Hachi jadi impian cewek-cewek sekomplek. Singkat kata hati Moly luluh, perasaanya terbang tinggi dan mendarat dipelukan Hachi. Monty sebagai cowok yang enggak pupuler dan kurang gaul, cuma bisa jadi saksi kemesraan mereka berdua. Jalan berdua mengitari taman, berbaring santai di atas hijaunya rumput, sampe pergi ke salon yang sama, kira-kira seperti itulah rutinitas yang biasa mereka lakuin berdua.

Kemesraan itupun terhenti saat Moly melihat Hachi sedang bermesraan di muka umum. Hachi tertangtangkap basah sedang melakukan dogy style bersama Lessy, cewek tinggi kurus yang tahun lalu menang lomba rambut indah. Rambut Lessy emang bagus banget, wajar aja, Lessy emang udah dua tahun terakhir jadi iklan sampo.

Sejak kejadian itu Moly menutup pintu hatinya rapat-rapat. Rasa sakit hati yang mendalam membuatnya menjadi pribadi yang diam dan tertutup.

Pernah juga ada cowok keturunan Siberia yang nyoba deketin Moly, namanya Husky. Sebagai cowok, Husky punya tampilan fisik yang nyaris sempurna. Tatapan mata tajam, tubuh yang atletis dan juga kalung berbahan kulit yang melingkar di lehernya, memberikan nilai lebih akan kejantannya.
Tapi spesifikasi yang di miliki Husky nampaknya belum juga bisa mencairkan hati Moly. Mulut bungkam dan tatapan angkuh yang selalu di berikan kepada Husky apa bila mencoba merayu Moly.

+++

“Cowok tuh semua sama, tukang selingkuh.”
“Gw enggak ko.” Monty coba membela diri.
“Lo kan enggak pernah punya pacar, gimana mo selingkuh!.”

Monty kembali terdiam mendengar pernyataan yang sukses membuat retakan di hatinya. Syarat buat selingkuh adalah punya pacar, lah Monty kan jomblo dari lahir gimana mo selingkuh, membaca saja Monty sulit.

Abis denger pernyataan yang cukup melukai hati, Monty melangkah masuk. Melangkah menuju kamar dan meringkuk di sudut ruangan, merikngkuk berselimutkan rasa sakit hati.
“Gw enggak boleh terus-terusan kayak gini, gw capek disiksa sama keadaan. Gw mo Moly tau klo sebenernya gw suka sama dia, gw mau lebih dari sekedar penikmat hasil ciptaan Tuhan yang bernama Moly.” Monty berkata dalam hati dan mencoba menyatukan keping-keping perasaanya yang berantakan. 

“Ok, besok pagi gw harus ngomong sama Moly, gw udah siap atas semua konsekuensi yang bakal gw terima.” Lagi-lagi Monty mencoba memantapkan niatnya untuk menyatakan cintanya yang selama ini terpendam.

*keesokan harinya

“Moly, boleh ngomong sesuatu engga?”
“Ngomong aja.”
“Gw akuin gw cuma anjing kampung yang cuma peke kalung rantai biasa, gw enggak punya kalung berbariskan berlian atau kalung berbahan kulit. Gw juga enggak kayak Hachi yang jadi pemain film atau pun Husky yang keturunan Siberia. Tapi gw punya cinta, cinta yang selama ini enggak pernah lo tanggepin. Cinta gw kosong, sama kayak tatapan mata lo pas ngeliat gw, kosong tanpa rasa.
Gw enggak mau terus-terusn kayak gini, gw juga punya hati. Emang salah ya kalo gw jatuh cinta? Seandainya gw bisa milih untuk enggak jatuh cinta, mungkin perasaan gw enggak bakal sesakit ini. Tapi gw anjing normal, gw juga bisa jatuh cinta, dan patah hati. Gw sayang sama lo Mol.”

“Sory bisa di ulang, barusan pendengaran gw tiba-tiba ilang.”
“Dasar anjing budeg!”

source
source

36 comments:

  1. bookmark dulu ya. Insya Allah balik lagi

    ReplyDelete
  2. Kirain maaih ada lanjutannya?
    Di tambahin lagi dong ceritanya,tapi keren2...

    ReplyDelete
  3. Hahahaaaa..... DhaZaR BHUDEGG !!

    Kecolongan. Itu kata yg tepat setelah mmbca cerpen ini. Dasar moly! Kiraain apa...

    ReplyDelete
  4. Wehh, mas, aku malah jatu cinta sama pacar teman *eh haaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan cintanya yang salah, cuma waktu dan objeknya aja yang kurang tepat

      Delete
  5. Bener! Siapa aja boleh jatuh cinta, karna cinta itu tidak memandang apapun kan cinta itu buta yay! :D

    ReplyDelete
  6. wiihh.. keren2 perumpamaannya mas :D

    ReplyDelete
  7. yah endingnya kurang, hahaha..
    tapi keren, bisa aja bikin cerita dari sudut pandang hewan, :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf dah mengecewakan, asli pura2 jadi anjing itu susah

      Delete
  8. Anjing... ini cerita tentang anjing? panresan gambarny anjing, nama-namanya yang dipakai juga nama anjing.
    Sempet kepikiran kalau yang nulis kampret, ngasih nama tokoh kok nama-nama anjing.
    Eeee.... ternyata,

    gagal move on juga dirasakan hewan...

    ReplyDelete
  9. Kunjungin blog aku juga dong kakak, hehe..

    Ini link blognya kaka: http://fadillahabdi.blogspot.com/

    Thanks ya~~~

    ReplyDelete
  10. Ikut meramaikan aja deh, Bang.. kalo berkenan mampir balik yuk!

    ReplyDelete
  11. aihhh, ceritanyaaaa~ hihihi
    ditunggu cerita selanjutnya bang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh anggi... sip nanti segera di posting klo ada yang baru

      Delete
  12. Dari awal udah curiga dari nama-nama anehnya. Ditambah ada 'cowok berwarna coklat', makin yakin kalo itu semua ASU. Ternyata beneran ASU.

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bener ini beritanya asu lagi fall in love :)

      Delete

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu di larang, ditunggu kritik dan caci makinya ya :)